Tri Handayani

MELANGKAH DEMI SUATU KEPASTIAN

ARTIKEL 1 :
“Untuk Kreatif Butuh Pengorbanan”

Banyak orang mengira, jiwa kreatif itu terlahir dari alam(1). Artinya, seseorang itu menjadi kreatif atau tidak sudah ditetapkan sejak dalam kandungan. Benarkah begitu? Sebagaimana orang punya bakat menyanyi lalu jadi penyanyi atau orang yang sudah berbakat melukis lalu ia jadi pelukis?(2)

Kenyataannya, kreativitas, profesi, dan juga bakat tidaklah bisa dipandang secara absolut.(3) Semua orang sejak ia di dalam kandungan sudah memiliki berbagai potensi. Lagi-lagi, lingkungan, orang-orang terdekat, dan momentum mengambil alih pemicu untuk tumbuh dan mekarnya beragam potensi itu. Berbicara tentang kreativitas, maka saya menyimpulkan, itu pun sudah dimiliki oleh manusia sejak lahir, siapapun orang tuanya.(4) Namun membuat daya kreatif mereka terasah dan bersinar cemerlang membutuhkan sentuhan pengorbanan orang tuanya.(5)

Mengapa saya sebut sebagai pengorbanan? Ya, karena orang tua harus mengalihkan sudut pandang dirinya pada sudut pandang anak-anaknya, berempati dengan pemikiran-pemikiran polos (6) mereka, dan memberi mereka kesempatan untuk menyentuh wilayah-wilayah kehidupan yang lebih luas. Bukan hanya memberi mereka balok kayu berwarna-warni, puzzle beraneka motif, sepeda roda tiga yang mewah, atau aneka mainan khusus anak-anak yang bertebaran di took,anak-anak juga membutuhkan ijin dari orang tuanya untuk mengucek adonan terigu, mengupas kulit wortel, memeras jeruk, membuat kegiatan sendiri dari dinginnya air yang dituang ke dalam wadah beraneka bentuk, dilengkapi potongan pipa bekas, sedotan jus, dan benda-benda lain yang  ada di rumah.

Jika kita bertanya pada mereka apakah itu, jawabannya mungkin sangat mengejutkan: "Ini adalah pompa air Mama. Ini pipanya dan ini pompanya. Pipa ini ditahan oleh dua buah gelas supaya tidak jatuh. Tadi waktu Ade coba dengan satu gelas, pipanya jatuh Mama".

Eksperimen mereka kadang-kadang sangat cermat, dan mereka menemukan prinsip-prinsip kerja sebuah benda lewat kegiatan tidak terstruktur semacam itu.(7) Pastinya, satu hal yang mereka butuhkan untuk melakukan semuanya, yaitu pengorbanan orang tua untuk melihat celana mereka basah, lantai di halaman depan berantakan, dan jejak-jejak kaki kecil mereka yang basah bercampur debu tak terelakkan harus membekas di ruangan tamu atau dapur kita yang bersih.

Saya bisa merasakan, bagaimana susahnya merelakan anak-anak bermain dengan cara mereka sendiri dengan bahan-bahan bermain hasil imajinasi mereka sendiri, yang sebenarnya sangat mudah dan murah.(8) Masalahnya, kita tidak rela mengijinkan mereka menyentuhnya karena kita tak mau repot dan tak mau melihat ruangan berantakan. Tapi, setelah sekian lama saya memperhatikan perkembangan mereka, cara mereka berpikir, dan antusiasme mereka yang luar biasa saat mereka bermain dengan cara itu, saya sadar, sesungguhnya anak-anak sudah belajar banyak justru lewat kegiatan yang tak terbukukan, tidak terjadwalkan, dan tidak terkurikulumkan secara hitam putih.

Kreativitas tumbuh dari banyak mencoba dan rasa aman serta merdeka dari larangan yang berlebihan. Saya kira itulah pengorbanan terbesar buat orang tua manapun, untuk membuat anak-anak mereka mampu berpikir dan bertindak kreatif dalam menyelesaikan masalah kehidupan.
  

PEMBAHASAN:

NO
KALIMAT  YANG SALAH
KALIMAT  YANG  BENAR
1
Banyak orang mengira, jiwa kreatif itu terlahir dari alam.
Banyak orang yang mengira,jiwa kreatif itu terlahir dari alam
2
Benarkah begitu? Sebagaimana orang punya bakat menyanyi lalu jadi penyanyi atau orang yang sudah berbakat melukis lalu ia jadi pelukis?


Benarkah begitu ?seperti orang yang mempunyai bakat menyanyi lalu menjadi penyanyi,atau seorang yang telah berbakat melukis lalu ia menjadi seorang pelukis?
3
Kenyataannya, kreativitas, profesi, dan juga bakat tidaklah bisa dipandang secara absolut.
Dari kenyataan yang ada.kreativitas,profesi,dan juga bakat tidak hanya bias dipandang secara absolute.
4
Berbicara tentang kreativitas, maka saya menyimpulkan, itu pun sudah dimiliki oleh manusia sejak lahir, siapapun orang tuanya.
Berbicara mengenai suatu kreatifitas,maka saya dapat menarik suatu kesimpulan, bahwa suatu kreatifitas dalam diri manusia telah ada sejak lahir dari siapapun   jenis orangtuanya.
5
Namun membuat daya kreatif mereka terasah dan bersinar cemerlang membutuhkan sentuhan pengorbanan orang tuanya.
Untuk membuat daya kreatif mereka terasah dan bersinar cemerlang,dibutuhkan sentuhan pengorbanan dari orangtuanya.
6
Mengapa saya sebut sebagai pengorbanan? Ya, karena orang tua harus mengalihkan sudut pandang dirinya pada sudut pandang anak-anaknya, berempati dengan pemikiran-pemikiran polos
Mengapa hal ini saya sebut sebagai suatu pengorbanan?ya,karena peran orang tua didalam mengalihkan sudut pandang dirinya pada sudut pandang anak-anaknya,yang berempati terhadap pemikiran-pemikiran polos pada anaknya.
7

Eksperimen mereka kadang-kadang sangat cermat, dan mereka menemukan prinsip-prinsip kerja sebuah benda lewat kegiatan tidak terstruktur semacam itu.
Eksperimen dari mereka terkadang sangat cermat,dan mereka akan menemukan prinsip-prinsip kerja dari sebuah benda yang lewat didepanya,kegiatan semacam itu merupakan kegiatan yang tidak terstruktur.

8
Saya bisa merasakan, bagaimana susahnya merelakan anak-anak bermain dengan cara mereka sendiri dengan bahan-bahan bermain hasil imajinasi mereka sendiri, yang sebenarnya sangat mudah dan murah.
Saya dapat merasakan,bagaimana susahnya merelakan anak-anak bermain dengan caranya mereka sendiri,dengan perlengkapan bermain hasil dari imajinasi mereka sendiri,yang sebenarnya sangat mudah dan murah.


Manusia nggak(1) bisa hidup tanpa air. Tapi(2) kalau(3) air dalam jumlah berlebihan dan bikin(4) banjir? Waduh...

Musim hujan datang lagi nih(5), bertambah deh(6) kekhawatiran kita. Apalagi kalau bukan banjir. Sejak beberapa tahun belakangan(7), setiap  musim hujan seringkali disertai datangnya banjir. Kenapa, ya? Ternyata ini semua (lagi-lagi) berhubungan dengan global warming. Panas bumi yang bertambah bikin risiko(8) banjir makin tinggi. Ini Cuma(9) beberapa contoh kasus banjir yang terjadi akibat global warming(10) tadi.
                                                                                                          
* Pada pertengahan 2007 lalu, Inggris mengalami banjir terburuk dalam 200 tahun terakhir. Banjir yang terjadi di kota London dan sekitarnya ini, menyebabkan kerugian sampai sekitar 48 trilyun(11) rupiah, menghancurkan 10 ribu rumah, dan menewaskan empat orang warga! Padahal, sejak awal abad ke-19 Inggris tidak pernah mengalami banjir sedahsyat(12) ini. Para ilmuwan(13) inggris pun(14) menjelaskan penyebabnya adalah karena curah hujan yang sangat tinggi akibat dari pemanasan global, selain itu juga karena naiknya permukaan laut. Di tahun-tahun mendatang, bisa jadi akan lebih buruk lagi, bahkan menenggelamkan sebagian Inggris!

* Nggak usah jauh-jauh, ternyata banjir besar yang terjadi di Jakarta bulan Februari 2007 lalu merupakan salah satu efek dari global warming, lho(15). Permukaan laut di sekitar Jakarta yang sudah makin(16) tinggi, tidak sanggup lagi menampung curahan hujan selama tiga hari nonstop(17) Alhasil, banjir pun datang dan menenggelamkan hampir 70% wilayah Jakarta, serta membuat 450 ribu orang kehilangan tempat tinggal.

* Siapa sangka kalau efek ganas dari banjir pun bisa(18) menyerang benua yang terkesan tandus seperti Afrika. Sekitar 22 negara di Afrika mengalami musim hujan terburuk tahun 2007 lalu. Curah hujan yang tinggi mengakibatkan banjir dan longsor. Grace Akumu, direktur Climate Network  Afrika, menjelaskan bahwa ternyata benua hitam inilah yang akan mengalami efek terburuk dari global warming. Banjir tersebut menyebabkan 1,5 juta orang kehilangan tempat tinggal dan menewaskan sekitar 300 orang.

* Venesia, sebuah kota cantik di Itali yang terkenal dengan wisata airnya juga terkena musibah banjir terburuk(19) yang dialami dalam kurun waktu 22 tahun terakhir.  Kota ini sempat “tenggelam” sampai selutut orang dewasa, sehingga membuat Venesia lumpuh dan semua kegiatan pun harus dihentikan. Semua warga pun dilarang keluar rumah, dan para turis juga dihimbau(20) untuk menunda kunjungan wisata mereka ke sini. Untungnya, Venesia memiliki transportasi air yang lengkap sehingga kota ini nggak benar-benar mati.

Kita semua tahu bahwa apabila bahaya ini tidak juga menumbuhkan kesadaran dan kepedulian kita semua, maka bencana ini akan semakin parah di tahun-tahun mendatang. Sudah banyak pula(21) ilmuwan yang memprediksikan suatu saat nanti Jakarta akan hilang dari peta akibat tingginya permukaan laut! Waduh.


KETERANGAN:

NO
SALAH
BENAR
ALASAN
1
ngak
tidak
Penggunaan kata yang tidak formal
2
tapi
tetapi
Kata tidak baku
3
kalau
jika
Penggunaan kata yang tidak tepat
4
bikin
membuat
Tidak adanya imbuhan dan kata yang tidak formal
5
Nih
dihilangkan
Menunjukan penekanan dan tidak baku
6
deh
dihilangkan
Tidak baku dan tidak sesuai dengan EYD
7
belakangan
diihilangkan
Tidak tepat penggunaanya
8
risiko
resiko
Tidak baku
9
cuma
hanya
Penggunaan kata tidak formal
10
global warming
pemanasan
Kata serapan
11
trilyun
triliyun
Kata tidak baku
12
sedahsyat
seistimewa
Penggunaan kata tidak tepat
13
ilmuwan
Orang yang ahli
Kata penerjemah
14
pun
dihilangkan
Tidak baku,tidak sesuai dengan EYD
15
lho
dihilangkan
Tidak baku dan menunjukan penekanan
16
makin
semakin
Tambahkan imbuha se
17
non stop
Terus-menerus
Kata penerjemah
18
bisa
dapat
Penggunaan kata tidak tepat dan tidak baku
19
terburuk
terparah
Penggunaan kata yang tidak tepat
20
dihimbau
disarankan
Pengunaan kaya yang tidak tepat
21
pula
juga
Tidak baku,penggunaan kata tidak formal



Flash disk dan mahasiswa tidak pernah terpisahkan, banyak sekali folder yang tersimpan di dalam flash disk. seperti game, musik, tugas dan video lucu hasil download kalau(1) di dalam flash disk ku(2) hanya bisa(3) ditemukan musik, game ama(4) video,kalau (5)tugas habis( 6)ngeprint (7) langsung hapus(8) .

Dulu (9) waktu(10) semester tiga, ceritanya mah(11) banyak sekali paper yang harus dikumpul(12) jadi mau(13) nggak(14) mau(15) harus bawa(16) flash disk untuk nge-save(17) data dari warnet (kan kampus ku belum ada hot spot area(18), jadi kalau(19) ada tugas paper ,trus nyari bahan buat(20) paper harus pergi ke warnet kampus). nah daripada ntar(21) flash disk nya keselip di dalam tas, kemudian teman-temanku bernisiatif(22) untuk menjadikan flash disk nya sebagai aksesoris. Sedangkan aku yang waktu itu belum punya flash akhirnya pinjam sana-sini (23)  soal flash disk nya cerita yang agak nyedihiin(24) senjataku itu, waktu itu ada tugas paper gitu trus dikumpul jam empat sore. Tau(25) sendiri manusia seperti aku agak ajaib, paper dikumpul jam empat baru buat jam 9 pagi yang pastinya kelabakan(26) banget. Akhirnya aku buwat(27) tanpa peduli grammar-nya betul atau salah yang penting buat, paper ku yang ku buat ngebut akhirnya selesai juga. Waktu mau nge-print ternyata printer ku rusak huuuuuuuuuaaaaaaaaaaaa, sedangkan waktu sudah menunjukkan jam setengah tiga. Akhirnya aku nge-print aja di warnet.

Dan apa yang terjadi saudara-saudara ternyata flash disk ku gak isa(28) di buka, dan apa yang menyebabkan flash disk aku tidak bisa dibuka karena banyak virusnya. dan terjadilah adegan yang mengharukan.

"Mbak Al, flash disknya tidak bisa dibuka" kata mbaknya memperjelas

"Waduh terus gimana mba? ada tugas nie?" tanyaku bingung ke mbak Nov-nov penjaga warnet dengan melihat jam, kalu (29)  buar wah gak kekejar nie.

"gimana ya mba? Gini aja mbak gimana kalau di scan di komputer masnya?" kata mbak nov-nov mengajukan saran, dan akhirnya mas yang jaga warnet menjadi malaikat bagiku.

Akhirnya flash disk aku  terbebas dari virus, karena mas mas temenya mbak nov-nov.

Hal yang aku pelajari dari pengalaman di atas sering-seringlah scan virus, dan tidak menunda-nunda pekerjaan apalagi paper yang harus dikumpulkan minimal 10 jam sebelum dikumpul.

 

KETERANGAN:
NO
SALAH
BENAR
ALASAN
1
kalau
apabila
Salah ejaan,kata kalau tidak baku
2
ku
aku
Penggunaan kata subjek yang tidak tepat
3
Bisa
dapat
Penggunaan kata yang tidak formal
4
ama
bersama
Kata yang tidak baku
5
kalau
apabila
Salah ejaan kata kalau tidak baku
6
habis
Setelah
Kata tidak baku
7
ngeprint
diprint
Imbuhan yang salah
8
dulu
dahulu
Kata tidak tepet karna tidak baku
9
dulu
dahulu
Kata tidak tepet karna tidak baku
10
waktu
sewaktu
Kata tidak berimbuhan
11
mah
dihilangkan
Kutang tepat,tidak sesuai EYD
12
dikumpul
dikumpulakan
Tambahkan akhiran di
13
mau
ingin
Tidak baku
14
ngak
tidak
Tidak tepat karna tidak baku
15
mau
ingin
Tidak baku
16
bawa
membawa
tambahkan imbuhan me
17
Nge-save
menyimpan
Kata penerjemah
18
Hot spot
pemancar
Kata penerjemah
19
kalau
apabila
Salah ejaan kata kalau tidak baku
20
buat
membuat
Tambahkan imbuhan me
21
ntar
nanti
Penggunaan kata yang tidak formal
22
bernisiatif
berinisiatif
Tidak baku
23
Sana-sini
Kesana kesini
Tambahkan imbuhan ke
24
nyedihin
menyedihkan
Tambahkan imbuhan me-kan
25
tau
tahu
Salah ejaan,tidah seseai dengan EYD.
26
kelabakan
kebingungan
Penggunaan kata tidak formal
27
buwat
membuatnya
Tidak baku
28
Ku gak isa
Aku tidak bisa
Penggunaan kata tidak formal
29
Kalu buar
Apabila terburu-buru
Kata tidak baku